Pura Besakih_ pura terbesar di bali

pura besakihPura Agung Besakih merupakan kompleks pura terbesar di Bali. Pura Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura ini berada di lereng bagian barat daya Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di pulau Bali. Pura Besakih ini berada pada ketinggian 1000 meter dpl. selengkapnya Gunung Agung sendiri memiliki ketinggian 3.142 meter dpl. Dari Kota Denpasar, pura ini berjarak 59 kilometer atau sekitar 2,5 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai.

Gunung agung sendiri sudah meletus sebanyak 5 kali, yang terakhir terjadi pada tahun 1963 yang menimbulkan banyak korban jiwa terutama di daerah Karangasem dan Klungkung. Menurut cerita nama “Besakih” diambil dari kata “Basuki” yang berarti selamat. Latar belakang keberadaan Pura Besakih di lereng Gunung Agung adalah sebagai tempat ibadah untuk menyembah Dewa, yang diartikan gunung tersebut sebagai Istana Dewa Tertinggi.

Kompleks Pura Agung Besakih terdiri dari satu pura pusat yaitu Pura Penataran Agung Besakih dan 18 pura pendamping ( 1 pura Basukian dan 17 pura lainnya ). Di Pura Basukian, di tempat inilah pertama kali diterimanya wahyu dari Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal agama Hindu Dharma di Bali. Sedangkan di Pura Penataran Agung yang merupakan pura terbesar di kompleks ini terdapat 3 arca atau candi utama yang merupakan simbol dari sifat Tuhan Trimurti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, Dewa Siwa.
Kompleks pura Besakih ini sangatlah luas, mungkin sobat akan menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk mengelilingi areal ini. Tapi kita tidak akan merasa capek malahan akan merasa senang karena bisa melihat-lihat seluruh bangunan pura yang berada di kompleks pura terbesar di Bali ini.
Sejarah pembangunan pura ini belum bisa dipastikan. Namun berdasarkan catatan-catatan yang terdapat pada prasasti logam atau lontar-lontar dapat disimpulkan bahwa pura ini pada awalnya adalah bangunan pelinggih kecil yang kemudian diperbesar dan diperluas secara bertahap dalam waktu yang cukup lama. Pada sumber catatan-catatan itu dapat diketahui bahwa Pura Besakih sudah ada sejak tahun 1007.
Sumber lain menyebutkan bahwa Maha Rsi Markendya beserta 8000 orang pengikutnya dari Jawa Timur berbondong-bondong ke Bali untuk menetap dan membangun Pura Besakih untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan warga setempat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s