Pura di Bali bertingkat-tingkat

pura-lempuyangBerbeda-beda dengan tempat ibadah lainnya, pura Bali mempunyai aturan yang khas. Aturan ini berupa struktur pura yang bertingkat-tingkat. Bertingkat dalam hal ini bukan hanya berarti bertingkat dalam hal peletakan dan ketinggian namun juga dalam hal simbolisasinya. selengkapnya Struktur pura ini berupa pembagian wilayah pura Bali ke dalam tiga tingkatan utama. Tiga tingkatan utama ini adalah Bencingah atau disebut dengan Jaba, Jaba Tengah serta Jeroan.

Pembagian wilayah ini menunjukan tingkat kesucian pura yang berbeda-beda. Bencingah atau yang kadang disebut dengan istilah Jaba saja merupakan bagian pura yang paling luar. Bencingah merupakan tempat penyelenggarakan berbagai kegiatan kemasyarakatan yang merupakan pertemuan ataupun kegiatan lainnya. Bencingah juga menjadi tempat beramah-tamah dan berbatasan langsung dengan jalan. Upacara Tabuh Rah yang diplesetkan menjadi Tajen juga diselenggarakan di area ini sehingga Bencingah akan selalu ramai oleh orang-orang dan juga pedagang.

Bagian yang lebih ke dalam adalah Jaba Tengah. Posisinya selalu lebih tinggi dari Bencingah dan biasanya dibatasi oleh tembo dengan tempat masuk berupa gapura besar. Posisi Jaba Tengah lebih suci dari Bencingah dan digunakan untuk peletakan gong atau gambelan, bale Kulkul, wantilan, dapur serta beberapa buah pelinggih.

Struktur pura terakhir adalah Jeroan. Istilah Jeroan berasal dari kata Jero yang berarti rumah. Jeroan merupakan bagian pura paling dalam dan paling suci. Semua pelinggih atau pura persembahyangan ada di bagian ini dan Jeroan ini ditujukan khusus untuk bersembahyang. Ada beberapa bangunan di Jeroan, diantaranya pura-pura, pelataran untuk peletakan sesajen, balai untuk pemangku yang memimpin upacara serta tempat untuk peralatan sembahyang. Beberapa pura mempunyai gedungan untuk peletakan gong ataupun gambelan di bagian Jeroan seperti misalnya pura Ulun Danu Batur.

Ketiga struktur pura bali tersebut melambangkan Tri Loka, atau tiga bagian dunia menurut filosopi Hindu. Bagian Bencingah melambangkan dunia Bhur, yaitu dunia manusia. Dunia manusia merupakan dunia paling rendah, tempat paling kotor karena disana manusia banyak berbuat dosa. Bagian kedua atau Jaba Tengah melambangkan dunianya para leluhur atau Bvah serta tingkat ketiga merupakan dunia dewa.

Struktur pura ini merupakan sturktur dasar. Walaupun banyak pura yang tidak mengikuti aturan ini, hal ini kebanyakan disebabkan oleh terbatasnya area terutama untuk pura-pura yang ada di Bali. Pembagian ini juga dimaksudkan untuk konstentrasi sembahyang. Saat sembahyang di bagian paling dalam atau Jeroan, maka kita akan jauh dari pusat keramaian ataupun jalan, sehingga bisa cepat konsentrasi. Namun hal ini bukan merupakan fungsi pokok, karena pengaturan ini lebih ditujukan pada simboliasi Tri Loka dalam agama Hindu.

dikutip dari : http://pusathotel.com/bagian-bagian-pura-bali.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s